PAUD

                                                 Taman Kanak-Kanak ( TK ) AL LATHIEF

Taman kanak-kanak atau disingkat TK adalah jenjang pendidikan anak usia dini (yakni usia 6 tahun atau di bawahnya) dalam bentuk pendidikan formal. Kurikulum TK ditekankan pada pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anakmemiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Lama masa belajar seorang murid di TK biasanya tergantung pada tingkat kecerdasannya yang dinilai dari rapor per semester. Secara umum untuk lulus dari tingkat program di TK selama 2 (dua) tahun, yaitu:
  • TK 0 (nol) Kecil (TK kecil) selama 1 (satu) tahun
  • TK 0 (nol) Besar (TK besar) selama 1 (satu) tahun
Umur rata-rata minimal kanak-kanak mula dapat belajar di sebuah taman kanak-kanak berkisar 4-5 tahun sedangkan umur rata-rata untuk lulus dari TK berkisar 6-7 tahun. Setelah lulus dari TK, atau pendidikan sekolah dan pendidikan luar sekolah lainnya yang sederajat, murid kemudian melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi di atasnya, yaitu Sekolah Dasar atau yang sederajat.
Di Indonesia, seseorang tidak diwajibkan untuk menempuh pendidikan di TK.

Pembelajaran di TK

Di TK, siswa diberi kesempatan untuk belajar dan diberikan kurikulum pembelajaran yang sesuai dengan usia pada tiap-tiap tingkatannya. Siswa diajarkan mengenai hal-ihwal berikut ini:
  • Agama,
  • Budi bahasa,
  • Berhitung,
  • Membaca (mengenal aksara dan ejaan),
  • Bernyanyi,
  • Bersosialisasi dalam lingkungan keluarga dan teman-teman sepermainannya, dan
  • Berbagai macam keterampilan lainnya.
Tujuan TK adalah meningkatkan daya cipta anak-anak dan memacunya untuk belajar mengenal berbagai macam ilmu pengetahuan melalui pendekatan nilai budi bahasa, agama, sosial, emosional, fisik, motorik, kognitif, bahasa, seni, dan kemandirian. Semua dirancang sebagai upaya mengembangkan daya pikir dan peranan anak dalam hidupnya. kegiatan belajar ini dikemas dalam model belajar sambil bermain.





                                                       Kelompok Bermain ( KB ) AL LATHIEF

Kelompok bermain (bahasa Inggrisplaygroup) merupakan satuan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan non formal yang menyelenggarakan pendidikan bagi anak usia di bawah lima tahun. Kelompok bermain umumnya beroperasi sampai siang hari saja, dan memiliki staf suster anak atausukarelawan. Kelompok bermain dipercaya dapat memberikan stimulasi yang baik untuk mengembangkan intelegensikemampuan sosial, dan kematangan motorik anak.[1]
Jenis kegiatan yang ada pada Kelompok bermain umumnya terbagi menjadi dua jenis kegiatan yaitu kegiatan rutin dan kegiatan spontanitas. Kegiatan rutin merupakan kegiatan rutin sehari-hari yang dilaksanakan secara tidak terprogram,tidak ada ketentuan waktu yang teratur dalam melaksanakan kegiatan,contohnya kegiatan bermain,makan,tidur,dan pulang.




                                      Taman Anak Sejahtera ( TAS ) AL LATHIEF

Anak sebagai bagian dari investasi bangsa, tidak hanya dipandang sebagai kelompok di bawah umur yang mesti segala kebutuhannya baik dari segi fisik, mental dan sosial terpenuhi, melaikan lebih dari pada itu, anak merupakan bagian dari anggota masyarakat yang harus mendapatkan pengasuhan, perlindungan dan menerima atau mendapatkan hak-haknya sebagai anak. Oleh karena itu mestinya anak senantiasa dijaga, dirawat, dilindungi sehingga anak ini menjadi tunas-tunas bangsa bagi generasi muda yang akan datang dan menjadi penerus perjuangan bangsa Indonesia. Hal inilah yang membuat penulis tertarik kenapa mengambil judul yang berkaitan dengan pembelajaran anak bangsa yang dikelola oleh salah satu lembaga nasional, Kementerian Sosial Republik Indonesia, yakni “Pola Pengasuhan dan Perlindungan Anak di Taman Anak Sejahtera (TAS). Maka, secara umum dalam penulisan ini saya merumuskan dua persoalan saja, yakni terkait dengan bagaimana proses pembelajaran dan pola asuh beserta perlindungan yang diterapkan di Taman Anak Sejahtera tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Tehnik pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen, di mana yang menjadi informan kunci dalam penelitian ini adalah para pengurus serta klien-klien itu sendiri. Dari hasil penelitian, maka diperoleh data bahwa setiap anak tanpa terkecuali, harus terpenuhi hak-haknya. Hak untuk mempertahankan kelangsungan hidup, tumbuh kembang, serta memperoleh perlindungan agar terhindar dari diskriminasi dan eksploitasi. Anak memiliki hak untuk didengar partisipasinya untuk meraih sebuah cita-cita atau tujuan meraih masa depan. Salah satu langkah untuk mewujudkannya adalah dengan cara melakukan pengasuhan, pembinaan, pendampingan, perawatan, pendidikan dan perlindungan bagi anak. Dengan diterapkannya pola asuh yang demokratis anak bisa lahir menjadi pribadi yang mandiri, periang, terbuka,bertanggung jawab, mudah bergaul, jujur, disiplin, serta tumbuh kembang secara maksimal. Sehingga dengan demikian anak tidak merasa canggung setelah mereka melanjutkanya ke jenjang yang lebih tinggi dan mudah bersosialisasi dengan lingkungan yang baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan kami masukan yang positif ^_^